PENGGUNAAN HADZA (هذا) DAN HADZIHI (هذه) YANG BENAR

Gambar Produk

Saat mulai mempelajari susunan kalimat, banyak pemula merasa ragu ketika harus memilih antara hādzā (هَذَا) dan hādzihi (هَذِهِ). Keduanya sama-sama bermakna “ini”, tetapi tidak bisa digunakan secara sembarangan. Karena itu, memahami perbedaan dan aturan penggunaannya menjadi hal penting agar kalimat yang kita ucapkan atau tulis tetap tepat dan tidak menimbulkan kesalahan makna.

pada artikel ini tentunya agar kalian lebih mudah memahami persoalan yang sering di temukan dalam penggunaan kata atau kalimat dalam nahwu shorof dan tentunya ini memudahkan kalian untuk belajar nahwu shorof lebih mudah kedepannya.

Bab Isi:
+

KONSEP DASAR ISMUL ISYAROH (KATA TUNJUK)

Menurut kitab Ta’jilun Nada Bi Syarhi Qathrin Nada[1], kata tunjuk (Ismul Isyaroh) adalah bagian dari kata benda ma'rifah (tertentu, lawan dari nakiroh: yaitu belum jelas) dalam bahasa Arab.

Pengertian Berbahasa Arab: (ismul isyaroh)

اِسْمُ الإِشَارَةِ

Terjemahan: Kata Tunjuk.

Keterangan: Kata yang berfungsi menunjuk objek yang sudah tertentu (ma'rifah), baik objek nyata (indrawi) maupun objek abstrak (maknawi).

PENGGUNAAN هذا DAN KAIDAHNYA

Kata هَذَا digunakan untuk objek tunggal (mufrad) yang berjenis laki-laki (mudzakkar), dan letaknya dekat.

Kaidah:

لِلْمُفْرَدِ الْمُذَكَّرِ الْقَرِيْبِ

(Untuk tunggal laki-laki yang dekat).

Contoh:

هَذَا كِتَابٌ

Hādzā kitābun
Artinya: “Ini sebuah buku.”

هَذَا مَكْتَبٌ

Hādzā maktabun
Artinya: “Ini sebuah meja.”

هَذَا مُعَلِّمٌ

Hādzā mu’allimun
Artinya: “Ini seorang guru laki-laki.”

هَذَا اِبْنِيْ

Hādzā ibnī
Artinya: “Ini anak laki-lakiku.”

PENGGUNAAN هذه DAN KAIDAHNYA

Kata هَذِهِ digunakan untuk objek tunggal (mufradah) yang berjenis perempuan (muannats), dan letaknya dekat. Selain itu, هَذِهِ juga digunakan untuk jamak (plural) dari benda atau hewan yang tidak berakal (ghairu 'āqil).

Kaidah:

لِلْمُفْرَدَةِ الْمُؤَنَّثَةِ الْقَرِيْبَةِ

(Untuk tunggal perempuan yang dekat dan jamak tak berakal).

Contoh:

هَذِهِ مَدْرَسَةٌ

Hādzīhi madrasatun
Artinya: “Ini sekolah.”

هَذِهِ مِسْطَرَةٌ

Hādzīhi misṭaratun
Artinya: “Ini sebuah penggaris.”

هَذِهِ مُعَلِّمَةٌ

Hādzīhi mu’allimatun
Artinya: “Ini seorang guru perempuan.”

هَذِهِ كُتُبٌ

Hādzīhi kutubun
Artinya: “Ini buku-buku.”

KESIMPULAN

Inti dari penggunaan هَذَا dan هَذِهِ yang benar adalah mencocokkan kata tunjuk dengan jenis kelamin (gender) dari kata benda yang ditunjuk. هَذَا untuk laki-laki/maskulin (mudzakkar), dan هَذِهِ untuk perempuan/feminin (mu'annats) atau jamak tak berakal.

Dengan memahami penggunaan hādzā (هَذَا) dan hādzihi (هَذِهِ) yang benar, kita akan lebih mudah menyusun kalimat bahasa Arab secara tepat dan alami. Jika Anda ingin belajar nahwu shorof secara bertahap dan terarah, Arofta Academy membuka kelas Nahwu Shorof yang siap menemani proses belajar Anda. Sampai bertemu dan belajar bersama di Arofta Academy.

REFERENSI

Ta'jīl an-Nadā bi Syarḥi Qaṭr an-Nadā, Syekh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan: 82.

Posting Komentar