PERBEDAAN SHUMTU (الصمت) DAN SUKUT (السكوت)
Diam tidak selalu berarti hal yang sama. Dalam bahasa Arab, ada beberapa kata yang menggambarkan keadaan diam dengan nuansa yang berbeda, di antaranya shamtu dan sukut. Perbedaan ini sering luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh pada pemahaman makna. Artikel ini akan mengajak teman-teman mengenal perbedaan shamtu dan sukut secara lebih jelas.
Dalam bahasa Arab, terdapat dua kata yang sering dianggap sama: sukut (السكوت) dan shamt (الصمت). Keduanya memang berkaitan dengan keadaan “tidak berbicara”, namun ulama bahasa membedakan keduanya dengan penjelasan yang halus dan menarik. Perbedaan ini penting, karena penggunaannya menunjukkan nuansa makna yang berbeda.
KESAMAAN KEDUANYA
Secara umum, sukut (السكوت) dan shamt (الصمت) sama bermakna menahan diri dari berbicara. Para pakar lughah klasik menyebutkan bahwa kedua kata ini dapat dipakai untuk menunjukkan keadaan diam.
Murtadha Az-Zubaidiy (1205 H) rahimahullah dalam kitabnya Taaj al-‘Aruus;
Tentang sukut (السكوت), beliau berkata:
"خلاف النطق"
“Lawan dari bicara.”[1]
Sedangkan tentang shamt (الصمت), beliau menulis:
"السكوت"
“Diam.”[2]
Kedua definisi ini menunjukkan adanya kesamaan makna: sama-sama meninggalkan atau menahan diri dari berbicara.
Baca Juga: Nama Hari Dalam Bahasa Arab
PERBEDAAN ANTARA SHUMTU DAN SUKUT
1. Kata sukut (السكوت) adalah meninggalkan bicara padahal mampu berbicara. Ini membedakannya dari kata shamt (الصمت), karena kemampuan berbicara tidak menjadi syarat dalam shamt (الصمت).
2. Kata shamt (الصمت) mengandung unsur durasi (lebih lama). Menutup mulut sejenak disebut sakat (سكت), sedangkan tidak disebut shamt (الصمت) kecuali jika diamnya lebih lama.
3. Kata sukut (السكوت) bisa berarti menahan diri dari ucapan — baik ucapan benar maupun salah. Sedangkan shamt (الصمت) adalah menahan diri dari ucapan yang batil, bukan dari ucapan kebenaran.[3]
CONTOH PENGGUNAAN DALAM KALIMAT
سَكَتَ الطَّالِبُ احْتِرَامًا لِأُسْتَاذِهِ رَغْمَ أَنَّهُ كَانَ يَسْتَطِيعُ الرَّدَّ
Artinya: Murid itu diam sebagai bentuk hormat kepada gurunya meskipun ia mampu menjawab.
الصَّمْتُ عِنْدَ الْغَضَبِ يَدُلُّ عَلَى قُوَّةٍ فِي ضَبْطِ النَّفْسِ
Artinya: Diam yang lama saat marah menunjukkan kekuatan dalam mengendalikan diri.
Memahami perbedaan kata seperti shamtu dan sukut membantu kita menangkap makna secara lebih tepat. Untuk pembelajaran yang lebih sistematis dan berkelanjutan, teman-teman bisa bergabung di Kelas Bahasa Arab tentunya. InsyaAllah, kita akan belajar bersama secara bertahap. Sampai bertemu di kelas Bahasa Arab Arofta Academy.
REFERENSI
1. Tāj al-‘Arūs min Jawāhir al-Qāmūs: 4/558, oleh Murtadha Az-Zubaidiy.
2. Tāj al-‘Arūs min Jawāhir al-Qāmūs: 4/590, oleh Murtadha Az-Zubaidiy.
3. Nudhrah An-Naīm fi Akhlāq Ar-Rasūl Al-Karīm: 7/2634, oleh Kumpulan Penulis.
Posting Komentar