Percakapan Bahasa Arab Tentang Bayar Utang

Gambar Produk

Topik membayar utang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi, keluarga, maupun sosial. Pembahasan ini berkaitan dengan tanggung jawab, kejujuran, dan etika bermuamalah, sehingga menjadi tema yang relevan untuk dijadikan bahan latihan percakapan bahasa arab yang kontekstual.

Melalui artikel ini, akan disajikan contoh percakapan bahasa Arab dengan tema bayar utang yang menggunakan ungkapan sederhana dan sopan. Mari kita simak bersama bagaimana dialog tersebut disusun, agar pembaca dapat memahami kosakata, maksud percakapan, serta cara penyampaian yang tepat dalam situasi sehari-hari.

Dialog Pembicaraan Seputar Utang:

PERCAKAPAN UNTUK LAKI-LAKI

سَالِم : يَا أَمِيرُ! تَوَقَّفْ لَحْظَةً! لِمَاذَا تُغَيِّرُ طَرِيقَكَ كُلَّمَا رَأَيْتَنِي؟

Salim : Wahai Amir! Berhenti sebentar! Kenapa kamu mengubah jalanmu setiap kali melihatku?

أَمِير : (بِتَوَتُّرٍ) أَهْلًا يَا سَالِم... لَا، لَمْ أَرَكَ، كُنْتُ مُسْتَعْجِلًا فَقَطْ.

Amir : (Dengan gugup) Ahlan Salim... Tidak, aku tidak melihatmu, aku hanya sedang terburu-buru.

سَالِم : دَعْنَا مِنَ الْمُجَامَلَاتِ. لَقَدْ وَعَدْتَنِي بِسَدَادِ الدَّيْنِ قَبْلَ شَهْرٍ، وَحَتَّى الْآنَ لَمْ أَرَ رُوْبِيَةً وَاحِدًةً!

Salim : Sudahlah, tinggalkan basa-basi. Kamu berjanji melunasi hutang sebulan yang lalu, tapi sampai sekarang aku belum melihat satu rupiah pun!

أَمِير : يَا أَخِي، اصْبِرْ عَلَيَّ قَلِيلًا. أَنَا أَمُرُّ بِضَائِقَةٍ شَدِيدَةٍ، وَاللهُ شَاهِدٌ عَلَى قَوْلِي.

Amir : Wahai saudaraku, bersabarlah sedikit kepadaku. Aku sedang mengalami kesulitan yang sangat berat, dan Allah menjadi saksi atas ucapanku.

سَالِم : كَيْفَ أُصَدِّقُكَ وَقَدْ رَأَيْتُكَ أَمْسِ فِي الْمَطْعَمِ الْفَاخِرِ مَعَ أَصْدِقَائِكَ؟ وَالْيَوْمَ تَرْتَدِي سَاعَةً جَدِيدَةً!

Salim : Bagaimana aku bisa mempercayaimu sedangkan kemarin aku melihatmu di restoran mewah bersama teman-temanmu? Dan hari ini kamu memakai jam tangan baru!

أَمِير : هَذِهِ... هَذِهِ السَّاعَةُ هَدِيَّةٌ... وَالْعَشَاءُ كَانَ عَلَى حِسَابِ صَدِيقِي. لَا تَظُنَّ بِي السُّوءَ.

Amir : Ini... jam ini adalah hadiah... dan makan malam itu ditraktir temanku. Jangan berprasangka buruk padaku.

سَالِم : يَا أَمِير، اتَّقِ اللهَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ! أَلَمْ تَسْمَعْ حَدِيثَ النَّبِيِّ ﷺ: "مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ"؟ وَأَنْتَ قَادِرٌ عَلَى السَّدَادِ وَلَكِنَّكَ تُمَاطِلُ.

Salim : Wahai Amir, takutlah kepada Allah dalam urusan harta orang lain! Tidakkah kamu mendengar hadis Nabi ﷺ: 'Penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu adalah kezaliman'? [HR. Bukhori: 2400 & Muslim: 1564] Kamu mampu membayar tapi kamu mengulur-ulur.

أَمِير : (يُطَأْطِئُ رَأْسَهُ خَجَلًا) ... صَدَقَ رَسُولُ اللهِ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ. فِي الْحَقِيقَةِ، الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لِي التَّأْخِيرَ لِأَسْتَمْتِعَ بِالْمَالِ.

Amir : (Menundukkan kepala karena malu)... Benar sabda Rasulullah. Aku memohon ampun kepada Allah. Sebenarnya, setan membujukku untuk menunda agar aku bisa bersenang-senang dengan uang itu.

سَالِم : الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَاكَ. سَدِّدْ مَا عَلَيْكَ الْآنَ لِتَبْرَأَ ذِمَّتُكَ، فَالنَّفْسُ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهَا.

Salim : Segala puji bagi Allah yang memberimu petunjuk. Bayarlah kewajibanmu sekarang agar lepas tanggunganmu, karena jiwa seorang mukmin itu)terikat (tertahan) karena hutangnya.

أَمِير : صَدَقْتَ. تَفَضَّلْ، هَذَا كَامِلُ الْمَبْلَغِ. سَامِحْنِي يَا سَالِم عَلَى مَا بَدَرَ مِنِّي.

Amir : Kau benar. Silakan, ini seluruh utangku. Maafkan aku Salim atas sikapku tadi.

PERCAKAPAN UNTUK PEREMPUAN

صَفِيَّة : يَا شَاكِرَةُ! تَوَقَّفِي لَحْظَةً! لِمَاذَا تُغَيِّرِينَ طَرِيقَكِ كُلَّمَا رَأَيْتِنِي؟

Shofiyyah : Wahai Syakiroh! Berhenti sebentar! Kenapa kamu mengubah jalanmu setiap kali melihatku?

شَاكِرَة : (بِتَوَتُّرٍ) أَهْلًا يَا صَفِيَّة... لَا، لَمْ أَرَكِ، كُنْتُ مُسْتَعْجِلَةً فَقَطْ.

Syakiroh : (Dengan gugup) Ahlan Shofiyyah... Tidak, aku tidak melihatmu, aku hanya sedang terburu-buru.

صَفِيَّة : دَعِينَا مِنَ الْمُجَامَلَاتِ. لَقَدْ وَعَدْتِنِي بِسَدَادِ الدَّيْنِ قَبْلَ شَهْرٍ، وَحَتَّى الْآنَ لَمْ أَرَ رُوْبِيَةً وَاحِدَةً!

Shofiyyah : Sudahlah, tinggalkan basa-basi. Kamu berjanji melunasi hutang sebulan yang lalu, tapi sampai sekarang aku belum melihat satu rupiah pun!

شَاكِرَة : يَا أُخْتِي، اصْبِرِي عَلَيَّ قَلِيلًا. أَنَا أَمُرُّ بِضَائِقَةٍ شَدِيدَةٍ، وَاللهُ شَاهِدٌ عَلَى قَوْلِي.

Syakiroh : Wahai saudariku, bersabarlah sedikit kepadaku. Aku sedang mengalami kesulitan yang sangat berat, dan Allah menjadi saksi atas ucapanku.

صَفِيَّة : كَيْفَ أُصَدِّقُكِ وَقَدْ رَأَيْتُكِ أَمْسِ فِي الْمَطْعَمِ الْفَاخِرِ مَعَ صَدِيقَاتِكِ؟ وَالْيَوْمَ تَرْتَدِينَ سَاعَةً جَدِيدَةً!

Shofiyyah : Bagaimana aku bisa mempercayaimu sedangkan kemarin aku melihatmu di restoran mewah bersama teman-temanmu? Dan hari ini kamu memakai jam tangan baru!

شَاكِرَة : هَذِهِ... هَذِهِ السَّاعَةُ هَدِيَّةٌ... وَالْعَشَاءُ كَانَ عَلَى حِسَابِ صَدِيقَتِي. لَا تَظُنِّي بِي السُّوءَ.

Syakiroh : Ini... jam ini adalah hadiah... dan makan malam itu ditraktir temanku. Jangan berprasangka buruk padaku.

صَفِيَّة : يَا شَاكِرَةُ، اتَّقِي اللهَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ! أَلَمْ تَسْمَعِي حَدِيثَ النَّبِيِّ ﷺ: "مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ"؟ وَأَنْتِ قَادِرَةٌ عَلَى السَّدَادِ وَلَكِنَّكِ تُمَاطِلِينَ

Shofiyyah : Wahai Syakiroh, takutlah kepada Allah dalam urusan harta orang lain! Tidakkah kamu mendengar hadis Nabi ﷺ: “Penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu adalah kezaliman”? [HR. Bukhori: 2400 & Muslim: 1564] Kamu mampu membayar tapi kamu mengulur-ulur.

شَاكِرَة : (يُطَأْطِئُ رَأْسَهُ خَجَلًا) ... صَدَقَ رَسُولُ اللهِ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ. فِي الْحَقِيقَةِ، الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لِي التَّأْخِيرَ لِأَسْتَمْتِعَ بِالْمَالِ.

Syakiroh : (Menundukkan kepala karena malu)... Benar sabda Rasulullah. Aku memohon ampun kepada Allah. Sebenarnya, setan membujukku untuk menunda agar aku bisa bersenang-senang dengan uang itu.

صَفِيَّة : الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَاكِ. سَدِّدِي مَا عَلَيْكِ الْآنَ لِتَبْرَأَ ذِمَّتُكِ، فَالنَّفْسُ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهَا.

Shofiyyah : Segala puji bagi Allah yang memberimu petunjuk. Bayarlah kewajibanmu sekarang agar lepas tanggunganmu, karena jiwa seorang mukmin itu terikat (tertahan) karena hutangnya.

شَاكِرَة : صَدَقْتِ. تَفَضَّلِي، هَذَا كَامِلُ الْمَبْلَغِ. سَامِحِينِي يَا صَفِيَّة عَلَى مَا بَدَرَ مِنِّي.

Syakiroh : Kau benar. Silakan, ini seluruh utangku. Maafkan aku Shofiyyah atas sikapku tadi.

KOSAKATA

Mengulur-ulur pembayaran مُمَاطَلَةٌ Gugup تَوَتُّرٌ
Basa-basi مُجَامَلَةٌ Mewah فَاخِرٌ
Menyangka/Menduga ظَنَّ - يَظُنُّ Penundaan pembayaran مَطْلٌ
Orang kaya غَنِيٌّ ج أَغْنِيَاءُ Kezaliman ظُلْمٌ
Membujuk/Menggoda (biasanya nafsu/setan) سَوَّلَ - يُسَوِّلُ

Percakapan bahasa Arab dengan tema bayar utang ini diharapkan dapat membantu pembelajar memahami ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan interaksi sosial dan muamalah. Dengan latihan yang konsisten, kemampuan berbahasa Arab akan semakin terbiasa digunakan dalam berbagai konteks kehidupan.

Bagi yang ingin mempelajari bahasa Arab secara lebih mendalam dan terarah, Kelas Bahasa Arab dengan bimbingan Arofta Academy menyediakan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan bertahap. Pendampingan yang jelas diharapkan dapat membantu proses belajar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Semoga artikel ini memberikan manfaat nyata bagi para pembaca.

Posting Komentar