Percakapan Bahasa Arab Tentang Bulan Sya'ban
Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam kalender hijriah. Selain bernilai ibadah, bulan ini juga sering hadir dalam pembahasan sehari-hari umat Islam, baik dalam kajian, nasihat, maupun percakapan ringan. Karena itu, mengenal kosakata dan contoh percakapan bahasa Arab seputar bulan Sya’ban menjadi hal yang menarik sekaligus bermanfaat bagi para pembelajar bahasa Arab.
Pada artikel ini, kita akan melihat contoh percakapan bahasa Arab dengan tema bulan Sya’ban, lengkap dengan makna dan konteks penggunaannya. Mari kita simak bersama bagaimana ungkapan-ungkapan sederhana tentang bulan Sya’ban disusun dalam bentuk hiwar (percakapan), agar mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan dalam keseharian.
PERCAKAPAN UNTUK LAKI-LAKI
يُوسُف : كَيْفَ حَالُكَ يَا عُمَر؟ أَرَاكَ مُسْتَرْخِيًا، وَكَأَنَّكَ لَا تَنْتَظِرُ ضَيْفًا عَزِيْزًا.
عُمَر : أَنَا بِخَيْرٍ وَالْحَمْدُ لِلهِ. عَنْ أَيِّ ضَيْفٍ تَتَحَدَّثُ؟ هَلْ تَقْصِدُ رَمَضَانَ؟ لَا يَزَالُ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ شَهْرٌ كَامِلٌ، أَلَيْسَ كَذَلِكَ؟
يُوسُف : بَلَى، وَلَكِنْ نَحْنُ الآنَ فِي شَهْرِ شَعْبَان. هَذَا الشَّهْرُ الَّذِي يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ. أَلَا تَعْلَمُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يُكْثِرُ الصِّيَامَ فِيْهِ؟
عُمَر : حَقًّا؟ كُنْتُ أَظُنُّ أَنَّ الصِّيَامَ فَقَطْ فِي رَمَضَانَ وَأَيَّامِ الْبِيضِ. هَلْ هُنَاكَ دَلِيْلٌ عَلَى ذَلِكَ؟
يُوسُف : نَعَمْ، لَقَدْ وَرَدَ فِي الصَحِيْحَيْنِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَت: "وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَان."
عُمَر : سُبْحَانَ اللهِ! لَقَدْ فَاتَنِي هَذَا الْفَضْلُ الْعَظِيْمُ. إِذَنْ، هُوَ مِثْلُ التَّدْرِيْبِ قَبْلَ الْمُبَارَاةِ الرَّسْمِيَّةِ؟
يُوسُف : أَحْسَنْتَ التَّشْبِيْهَ! يَقُولُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ فِي مَثَلٍ بَلِيْغٍ: "رَجَبُ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ." إِذَا لَمْ تَسْقِ قَلْبَكَ بِالْقُرْآنِ وَالصِّيَامِ الآنَ، كَيْفَ سَتَحْصُدُ الخُشُوْعَ فِي رَمَضَانَ؟
عُمَر : كَلَامُكَ مُقْنِعٌ جِدًّا يَا صَدِيْقِي. إِذَنْ، سَأَبْدَأُ بِوَضْعِ جَدْوَلٍ لِتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَصِيَامِ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيْسِ مِنْ هَذَا الْأُسْبُوعِ إِنْ شَاءَ اللهُ.
يُوسُف : بَارَكَ اللهُ فِيْكَ يَا عُمَر. فَلْنَسْتَغِلَّ هَذِهِ الأَيَّامَ قَبْلَ فَوَاتِ الأَوَانِ.
Yusuf: Apa kabar, Umar? Saya lihat kamu santai sekali, seolah-olah kamu tidak sedang menunggu tamu istimewa.
Umar: Alhamdulillah saya baik. Tamu siapa yang kamu maksud? Maksudmu Ramadan? Bukannya masih ada waktu satu bulan penuh sebelum itu?
Yusuf: Betul, tapi kita sekarang berada di bulan Sya'ban. Ini adalah bulan di mana banyak manusia lalai darinya. Tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan ini?
Umar: Benarkah? Saya kira puasa hanya dilakukan di bulan Ramadhan dan hari-hari putih (Ayyamul Bidh) saja. Apakah ada dalil tentang hal itu?
Yusuf: Ada. Disebutkan dalam Shahihain (Shahih Bukhori dan Muslim), dari Aisyah radhiyallahu 'anha beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak (selain Ramadan) daripada di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari No. 1969 dan Muslim No. 1156).
Umar: Subhanallah! Saya melewatkan keutamaan yang besar ini. Jadi, ini ibarat latihan (pemanasan) sebelum pertandingan resmi ya?
Yusuf: Perumpamaanmu tepat sekali! Sebagian ulama berkata dalam sebuah pepatah yang indah: "Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban adalah bulan menyiram, dan Ramadan adalah bulan memanen." (Perkataan Abu Bakar Al-Warraq, dalam kitab: Lathoiful Ma’arif, 292). Kalau kamu tidak menyiram hatimu dengan Al-Qur'an dan puasa sekarang, bagaimana kamu bisa memanen kekhusyukan di bulan Ramadan nanti?
Umar: Kata-katamu sangat meyakinkan, Kawan. Kalau begitu, saya akan mulai menyusun jadwal tilawah Qur'an dan puasa Senin-Kamis mulai pekan ini, Insya Allah.
Yusuf: Semoga Allah memberkahimu, Umar. Mari kita manfaatkan hari-hari ini sebelum terlambat.
PERCAKAPAN UNTUK PEREMPUAN
سَلْمَى : كَيْفَ حَالُكِ يَا هَنَاءُ؟ أَرَاكِ مُسْتَرْخِيَةً، وَكَأَنَّكِ لَا تَنْتَظِرِيْنَ ضَيْفًا عَزِيْزًا.
هَنَاء : أَنَا بِخَيْرٍ وَالْحَمْدُ لِلهِ. عَنْ أَيِّ ضَيْفٍ تَتَحَدَّثِيْنَ؟ هَلْ تَقْصِدِيْنَ رَمَضَانَ؟ لَا يَزَالُ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ شَهْرٌ كَامِلٌ، أَلَيْسَ كَذَلِكَ؟
سَلْمَى : بَلَى، وَلَكِنْ نَحْنُ الآنَ فِي شَهْرِ شَعْبَان. هَذَا الشَّهْرُ الَّذِي يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ. أَلَا تَعْلَمِيْنَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يُكْثِرُ الصِّيَامَ فِيْهِ؟
هَنَاء : حَقًّا؟ كُنْتُ أَظُنُّ أَنَّ الصِّيَامَ فَقَطْ فِي رَمَضَانَ وَأَيَّامِ الْبِيضِ. هَلْ هُنَاكَ دَلِيْلٌ عَلَى ذَلِكَ؟
سَلْمَى : نَعَمْ، لَقَدْ وَرَدَ فِي الصَحِيْحَيْنِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: "وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ".
هَنَاء : سُبْحَانَ اللهِ! لَقَدْ فَاتَنِي هَذَا الْفَضْلُ الْعَظِيْمُ. إِذَنْ، هُوَ مِثْلُ التَّدْرِيْبِ قَبْلَ الْمُبَارَاةِ الرَّسْمِيَّةِ؟
سَلْمَى : أَحْسَنْتِ التَّشْبِيْهَ! يَقُولُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ فِي مَثَلٍ بَلِيْغٍ: "رَجَبُ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ". إِذَا لَمْ تَسْقِ قَلْبَكِ بِالْقُرْآنِ وَالصِّيَامِ الآنَ، كَيْفَ سَتَحْصُدِيْنَ الخُشُوْعَ فِي رَمَضَانَ؟
هَنَاء : كَلَامُكِ مُقْنِعٌ جِدًّا يَا صَدِيْقَتِي. إِذَنْ، سَأَبْدَأُ بِوَضْعِ جَدْوَلٍ لِتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَصِيَامِ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيْسِ مِنْ هَذَا الْأُسْبُوعِ إِنْ شَاءَ اللهُ.
سَلْمَى : بَارَكَ اللهُ فِيْكِ يَا هَنَاءُ. فَلْنَسْتَغِلَّ هَذِهِ الأَيَّامَ قَبْلَ فَوَاتِ الأَوَانِ.
Salma: Apa kabar, Hana? Saya lihat kamu santai sekali, seolah-olah kamu tidak sedang menunggu tamu istimewa.
Hana: Alhamdulillah saya baik. Tamu siapa yang kamu maksud? Maksudmu Ramadan? Bukannya masih ada waktu satu bulan penuh sebelum itu?
Salma: Betul, tapi kita sekarang berada di bulan Sya'ban. Ini adalah bulan di mana banyak manusia lalai darinya. Tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan ini?
Hana: Benarkah? Saya kira puasa hanya dilakukan di bulan Ramadhan dan hari-hari putih (Ayyamul Bidh) saja. Apakah ada dalil tentang hal itu?
Salma: Ada. Disebutkan dalam Shahihain (Shahih Bukhori dan Muslim), dari Aisyah radhiyallahu 'anha beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak (selain Ramadan) daripada di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari No. 1969 dan Muslim No. 1156).
Hana: Subhanallah! Saya melewatkan keutamaan yang besar ini. Jadi, ini ibarat latihan (pemanasan) sebelum pertandingan resmi ya?
Salma: Perumpamaanmu tepat sekali! Sebagian ulama berkata dalam sebuah pepatah yang indah: "Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban adalah bulan menyiram, dan Ramadan adalah bulan memanen." (Perkataan Abu Bakar Al-Warraq dalam kitab: Lathoiful Ma’arif, 292). Kalau kamu tidak menyiram hatimu dengan Al-Qur'an dan puasa sekarang, bagaimana kamu bisa memanen kekhusyukan di bulan Ramadan nanti?
Hana: Kata-katamu sangat meyakinkan, Temanku. Kalau begitu, saya akan mulai menyusun jadwal tilawah Qur'an dan puasa Senin-Kamis mulai pekan ini, Insya Allah.
Salma: Semoga Allah memberkahimu, Hana. Mari kita manfaatkan hari-hari ini sebelum terlambat.
KOSAKATA
| Indonesia | Bahasa Arab | Jamak |
|---|---|---|
| Yang santai | مُسْتَرْخِي | مُسْتَرْخُوْنَ |
| Yang santai (perempuan) | مُسْتَرْخِيَة | مُسْتَرْخِيَات |
| Teman (laki-laki) | صَدِيْق | أَصْدِقَاء |
| Teman (perempuan) | صَدِيْقَة | صَدِيْقَات |
| Perumpamaan | تَشْبِيْه | تَشْبِيْهَات |
| Tanaman / Menanam | زَرْع | زُرُوْع |
| Menyiram (air) | سَقْي | — |
| Panen / Memanen | حَصَاد | — |
| Terlambat (habis waktu) | فَوَات الأَوَان | — |
Demikian contoh percakapan bahasa Arab dengan tema bulan Sya’ban yang bisa dipelajari dan dilatih. Dengan membiasakan diri membaca dan memahami hiwar seperti ini, kemampuan bahasa Arab akan berkembang secara bertahap, baik dari sisi kosakata maupun pemahaman konteks.
Jika ingin belajar bahasa Arab dengan lebih terarah, mendalam, dan dibimbing secara sistematis, kamu bisa bergabung bersama kelas bahasa Arab Arofta Academy. InsyaAllah materi disusun bertahap, mudah dipahami, dan sesuai untuk pemula hingga lanjutan. Sampai bertemu di kelas, semoga Allah memudahkan langkah kita dalam menuntut ilmu.
Posting Komentar