Percakapan Bahasa Arab Tentang Tahun Baru
Pergantian tahun sering menjadi momen refleksi dan pembicaraan di berbagai kalangan. Banyak orang membahas rencana, harapan, serta kebiasaan baru yang ingin dijalani di tahun yang akan datang. Tema tahun baru ini sangat relevan dijadikan bahan percakapan bahasa Arab karena dekat dengan pengalaman sehari-hari dan kaya akan ungkapan yang sering digunakan.
Pada artikel ini, disajikan contoh percakapan bahasa Arab dengan tema tahun baru yang disusun secara sederhana dan komunikatif. Mari kita simak bersama bagaimana dialog tersebut menggambarkan suasana pergantian tahun, sekaligus membantu memahami kosakata dan pola kalimat yang dapat digunakan dalam konteks percakapan sehari-hari.
PERCAKAPAN UNTUK LAKI-LAKI
أَحْمَد : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا فَيْصَل. أَرَى النَّاسَ مَشْغُولِينَ جِدًّا، مَاذَا يَحْدُثُ فِي هَذَا الْمَسَاءِ؟
فَيْصَل : وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ. هَذِهِ لَيْلَةُ رَأْسِ السَّنَةِ الْمِيلَادِيَّةِ. الْكَثِيرُ مِنَ النَّاسِ يَسْتَعِدُّونَ لِلْاِحْتِفَالِ بِالْأَلْعَابِ النَّارِيَّةِ.
أَحْمَد : هَلْ سَتُشَارِكُهُمْ فِي هَذَا الاِحْتِفَالِ الصَّاخِبِ؟
فَيْصَل : لَا يَا أَحْمَد. أُفَضِّلُ الْبَقَاءَ فِي الْبَيْتِ مَعَ أُسْرَتِي. نُرِيدُ أَنْ نَقْضِيَ الْوَقْتَ فِي شَيْءٍ مُفِيدٍ، مِثْلِ قِرَاءَةِ الْكُتُبِ أَوْ مُجَالَسَةِ الْأَهْلِ.
أَحْمَد : أَحْسَنْتَ! هَذَا أَفْضَلُ. الْمُسْلِمُ يَجِبُ أَنْ يَحْرِصَ عَلَى وَقْتِهِ. فَالْوَقْتُ كَالسَّيْفِ إِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ.
فَيْصَل : صَدَقْتَ. بَدَلًا مِنَ السَّهَرِ بِلَا فَائِدَةٍ، سَأَقُومُ بِمُحَاسَبَةِ نَفْسِي عَمَّا فَعَلْتُ فِي الْعَامِ الْمَاضِي لِأَكُونَ أَفْضَلَ فِي العَامِ القَادِمِ.
أَحْمَد : بَارَكَ اللهُ فِيكَ. كَمَا قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: "حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا".
فَيْصَل : نَصِيحَةٌ غَالِيَةٌ. شُكْرًا لَكَ يَا أَحْمَد، وَأَتَمَنَّى لَكَ عَامًا مَلِيئًا بِالْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ.
أَحْمَد : وَلَكَ بِمِثْلِ ذَلِكَ يَا فَيْصَل. إِلَى اللِّقَاءِ.
Ahmad: Assalamu’alaikum wahai Faisal. Aku melihat orang-orang sangat sibuk, apa yang terjadi sore ini?
Faisal: Wa’alaikumussalam. Ini adalah malam pergantian tahun baru masehi. Banyak orang bersiap-siap untuk merayakannya dengan kembang api.
Ahmad: Apakah kamu akan ikut bersama mereka dalam perayaan yang bising ini?
Faisal: Tidak wahai Ahmad. Aku lebih memilih tinggal di rumah bersama keluargaku. Kami ingin menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat, seperti membaca buku atau berkumpul bersama keluarga.
Ahmad: Bagus sekali! Itu lebih baik. Seorang muslim harus menjaga waktunya. Karena waktu itu ibarat pedang, jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka ia akan memotongmu.
Faisal: Kau benar. Daripada begadang tanpa faedah, aku akan melakukan muhasabah (introspeksi) diri atas apa yang telah aku lakukan di tahun lalu agar aku menjadi lebih baik di tahun depan.
Ahmad: Semoga Allah memberkahimu. Sebagaimana perkataan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu: 'Hisablah (koreksilah) diri kalian sebelum kalian dihisab'. [Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 34459]
Faisal: Nasihat yang sangat berharga. Terima kasih Ahmad, dan aku berharap tahunmu penuh dengan kebaikan dan keberkahan.
Ahmad: Dan untukmu juga demikian wahai Faisal. Sampai jumpa.
PERCAKAPAN UNTUK PEREMPUAN
نساء : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَسْمَاءُ. أَرَى النَّاسَ مَشْغُولِينَ جِدًّا، مَاذَا يَحْدُثُ فِي هَذَا الْمَسَاءِ؟
أسماء : وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ. هَذِهِ لَيْلَةُ رَأْسِ السَّنَةِ الْمِيلَادِيَّةِ. الْكَثِيرُ مِنَ النَّاسِ يَسْتَعِدُّونَ لِلِاحْتِفَالِ بِالْأَلْعَابِ النَّارِيَّةِ.
نساء : هَلْ سَتُشَارِكِينَـهُمْ فِي هَذَا الِاحْتِفَالِ الصَّاخِبِ؟
أسماء : لاَ يَا هَاجَرُ. أُفَضِّلُ الْبَقَاءَ فِي الْبَيْتِ مَعَ أُسْرَتِي. نُرِيدُ أَنْ نَقْضِيَ الْوَقْتَ فِي شَيْءٍ مُفِيدٍ، مِثْلِ قِرَاءَةِ الْكُتُبِ أَوْ مُجَالَسَةِ الْأَهْلِ.
نساء : أَحْسَنْتِ! هَذَا أَفْضَلُ. الْمُسْلِمَةُ يَجِبُ أَنْ تَحْرِصَ عَلَى وَقْتِهَا. فَالْوَقْتُ كَالسَّيْفِ إِنْ لَمْ تَقْطَعِيهِ قَطَعَكِ.
أسماء : صَدَقْتِ. بَدَلًا مِنَ السَّهَرِ بِلَا فَائِدَةٍ، سَأَقُومُ بِمُحَاسَبَةِ نَفْسِي عَمَّا فَعَلْتُ فِي الْعَامِ الْمَاضِي لِأَكُونَ أَفْضَلَ فِي الْعَامِ الْقَادِمِ.
نساء : بَارَكَ اللهُ فِيكِ. كَمَا قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: "حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا"
أسماء : نَصِيحَةٌ غَالِيَةٌ. شُكْرًا لَكِ يَا هَاجَرُ، وَأَتَمَنَّى لَكِ عَامًا مَلِيئًا بِالْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ.
نساء : وَلَكِ بِمِثْلِ ذَلِكَ يَا أَسْمَاءُ. إِلَى اللِّقَاءِ.
Hajar: Assalamu’alaikum wahai Asma. Aku melihat orang-orang sangat sibuk, apa yang terjadi sore ini?
Asma: Wa’alaikumussalam. Ini adalah malam pergantian tahun baru masehi. Banyak orang bersiap-siap untuk merayakannya dengan kembang api.
Hajar: Apakah kamu akan ikut bersama mereka dalam perayaan yang bising ini?
Asma: Tidak wahai Hajar. Aku lebih memilih tinggal di rumah bersama keluargaku. Kami ingin menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat, seperti membaca buku atau berkumpul bersama keluarga.
Hajar: Bagus sekali! Itu lebih baik. Seorang muslimah harus menjaga waktunya. Karena waktu itu ibarat pedang, jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka ia akan memotongmu.
Asma: Kau benar. Daripada begadang tanpa faedah, aku akan melakukan muhasabah (introspeksi) diri atas apa yang telah aku lakukan di tahun lalu agar aku menjadi lebih baik di tahun depan.
Hajar: Semoga Allah memberkahimu. Sebagaimana perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu: “Hisablah (koreksilah) diri kalian sebelum kalian dihisab”. [Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 34459]
Asma: Nasihat yang sangat berharga. Terima kasih Hajar, dan aku berharap tahunmu penuh dengan kebaikan dan keberkahan.
Hajar: Dan untukmu juga demikian wahai Asma. Sampai jumpa.
KOSAKATA
| Tahun Baru | رَأْسُ السَّنَةِ | Perayaan | اِحْتِفَالٌ ج اِحْتِفَالَاتٌ |
| Kembang Api | أَلْعَابٌ نَارِيَّةٌ | Bising / Ramai | صَاخِبٌ |
| Tinggal / Menetap | بَقِيَ - يَبْقَى | Menghabiskan (waktu) | قَضَى - يَقْضِي |
| Bermanfaat | مُفِيدٌ ج مُفِيدُونَ | Pedang | سَيْفٌ ج سُيُوْفٌ |
| Begadang | سَهَرٌ | Introspeksi diri | مُحَاسَبَةٌ ج مُحَاسَبَاتٌ |
Percakapan bahasa Arab dengan tema tahun baru ini diharapkan dapat menjadi bahan latihan yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab. Dengan memahami dialog yang kontekstual, pembelajar dapat lebih mudah mengaitkan bahasa Arab dengan situasi nyata yang sering ditemui.
Bagi yang ingin belajar bahasa Arab secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, Kelas Bahasa Arab yang dibimbing Arofta Academy hadir sebagai pendamping belajar yang tepat. Materi disusun bertahap dan dibimbing secara jelas agar proses belajar berjalan lebih efektif dan terarah. Semoga artikel ini memberi manfaat dan menambah semangat belajar bahasa Arab.
Posting Komentar