Biografi Abdurrahman bin Hurmuz

Gambar Produk

Ketika kita membaca sejarah umat Islam maka akan kita dapati bahwa banyak tokoh yang memiliki kedudukan tinggi tidak berasal dari keluarga terpandang dari segi harta dan status sosial, beberapa dari keluarga miskin atau bahkan ada yang statusnya adalah mantan budak.

Di antara ulama yang merupakan mantan budak adalah pakar Nahwu, pakar Bahasa dan pakar Qiraat. Beliau adalah pakar nahwu nomor satu di Madinah pada zamannya dan merupakan salah satu tempat Imam Malik rahimahullah menimba ilmu selama beberapa tahun. Beliau adalah Abdurrahman bin Hurmuz yang dalam riwayat-riwayat hadits lebih dikenal dengan Al-‘Araj rahimahullah.

Berikut biografi singkat beliau:

BIOGRAFI ABDURRAHMAN BIN HURMUZ

Nama dan Nasab

Abu Dawud Abdurrahman bin Hurmuz bin Abu Sa’ad, Al-‘Araj, Al-Madani, Al-Hasyimi, An-Nahwi (pakar Nahwu), Al-Lughowi (pakar Bahasa), Al-Muqri’ (pakar Qiraat). Beliau merupakan maula (mantan budak yang dimerdekakan) dari Rabi’ah bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib.

Guru-gurunya

Abu Hurairah, Abu Sa’id Al-Khudri, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, dan Abdullah bin Buhainah radhiallahu anhum. Juga di antara guru beliau: Abu Salamah bin Abu Abdurrahman, Umair maula Ibnu Abbas, dan Abu Al-Aswad Ad-Du’ali.

Murid-muridnya

Muhammad bin Syihab Az-Zuhri, Rabi’atur Ra’yi, Abu Zinad, Shalih bin Kaisan, Zaid bin Aslam, Sa’ad bin Ibrahim bin Abdurrahman bin ‘Auf, Ja’far bin Rabi’ah Al-Mishri, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Muhammad bin Yahya bin Hibban, dan ber-talaqqi (menyetorkan hafalan) kepadanya Nafi’ bin Abi Nu’aim.

Kedudukan dan Keilmuan

Abdurrahman bin Hurmuz rahimahullah adalah Tabi’in yang tsiqah (terpercaya), banyak meriwayatkan hadits dan penulis mushaf-mushaf. Beliau termasuk orang yang paling paham ilmu Nahwu dan Nasab-nasab Quraisy, tidaklah penduduk Madinah belajar ilmu Nahwu kecuali dari beliau dan tidaklah mereka menukilkannya kecuali dari beliau. Beliau belajar langsung bahasa Arab dari Abu Al-Aswad Ad-Du’ali dan menyebarkan ilmu ini di Madinah.

Akidahnya

Abdurrahman bin Hurmuz termasuk panutan dalam sunnah dan hadits, beliau berada di atas akidah yang benar; sampai Imam Malik bin Anas rahimahullah rutin bolak-balik menemui beliau selama beberapa tahun untuk mempelajari ilmu yang belum beliau sebarluaskan; sebagian ulama mengatakan itu ilmu Nahwu dan bahasa Arab sebelum disebarluaskan, dan ada juga yang berpendapat itu ilmu akidah dan apa yang menjadi bantahan untuk kelompok yang menyimpang dan sesat. Wallahu ‘alam.[1]

Hal ini diperkuat dengan banyaknya hadits-hadits shifat (hadits-hadits yang membahas sifat Allah) yang beliau riwayatkan, di antaranya adalah hadits Abu Hurairah yang marfu’ (sampai sanadnya ke Nabi ﴾ ):

“Ketika Allah menciptakan seluruh makhluk maka Allah menulis di kitab-Nya yang ada di sisi-Nya di atas Arsy: ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.’[2]

Dan di dalam hadits ini terdapat penetapan sifat rahmat dan murka. Beliau juga meriwayatkan hadits lain:

“Jika salah seorang dari kalian ingin memukul maka jauhilah bagian wajah, karena sungguh Allah telah menciptakan Adam dengan bentuk/rupa-Nya.”[3]

Dan dalam hadits ini terdapat penetapan rupa dan wajah Allah.

Wafat

Beliau wafat rahimahullah di Iskandariyyah (Alexandria, Mesir) tahun 117 Hijriyah.[4]

FOOTNOTE

  1. Silahkan rujuk: Thabaqat An-Nahwiyin wa Al-Lughawiyin karya Abu Bakar Az-Zabidi (hlmn. 26) dan Inbah Ar-Ruwah ‘ala Anbah An-Nuhah karya Al-Qifthi (2/173).
  2. Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Bukhari (3194) dan Muslim (2751).
  3. Diriwayatkan Ahmad (7323), dan dalam shahih Muslim dari riwayat Al-‘Araj tanpa lafadz “sungguh Allah telah menciptakan Adam dengan bentuk/rupa-Nya” dan dengan lafadz ini adalah dari selain ‘Araj dari Abu Hurairah.
  4. Silahkan rujuk: At-Tarikh Al-Kabir karya Al-Bukhari (5/360), Akhbar An-Nahwiyin Al-Bashriyyin karya As-Sirafi (hlmn. 17), Tarikh Al-Ulama’ An-Nahwiyin karya At-Tanukhi (hlmn. 163), Inbah Ar-Ruwah ‘ala Anbah An-Nuhah karya Al-Qifthi (2/172), Tarikh Dimasyq karya Ibnu ‘Asakir (36/23), Taqrib At-Tahzib karya Ibnu Hajar (hlmn. 603), Al-Mausu’ah Al-Muyassarah fi Tarajum A’immah At-Tafsir wa Al-Iqra’ wa An-Nahwi wa Al-Lughah karya beberapa ulama (2/1209).

REFERENSI

Web Ad-Durarus Saniyyah, Mawsu’ah Lughah Arabiyah, Bab Tsani.