Daftar Nama Hari di Masa Jahiliyah
Salah satu bukti dinamika bahasa Arab adalah adanya lafadz-lafadz yang perlahan ditinggalkan. Di antara contohnya adalah nama-nama hari yang pernah digunakan oleh masyarakat Arab terdahulu sebelum kemudian digantikan dengan istilah yang lebih dikenal hingga hari ini. Dalam artikel ini Arofta Academy akan membahas tentang nama-nama hari di masa jahiliyah.
Salah satu bukti dinamika bahasa Arab adalah adanya lafadz-lafadz yang perlahan ditinggalkan. Di antara contohnya adalah nama-nama hari yang pernah digunakan oleh masyarakat Arab terdahulu sebelum kemudian digantikan dengan istilah yang lebih dikenal hingga hari ini.
Nama-Nama Hari
Hari-hari pada masa jahiliah adalah sebagai berikut:
- Al-Ahad (Minggu): Awwal
- Al-Itsnain (Senin): Ahwan atau Awhad
- At-Tsulatsa’ (Selasa): Jubar
- Al-Arbi’a’ (Rabu): Dubar atau Dibar
- Al-Khamis (Kamis): Mu’nis
- Al-Jumu’ah (Jumat): Al-‘Arubah atau Harbah
- As-Sabt (Sabtu): Shiyar
Kemudian istilah-istilah ini punah dan digantikan dengan nama-nama hari yang dikenal sekarang: Sabtu, Ahad, Senin, dan seterusnya.
Syair Jahiliyah tentang Nama-Nama Hari
Seorang penyair jahiliah merangkumnya dalam syair berikut:
أؤمّل أن أعيش وإن يوْمي
Aku berharap bisa hidup, meskipun hariku
بأوّلَ أو باهونَ أو جُبارِ
Adalah Awwal, atau Ahwan, atau Jabbar
أوِ التَّالِي دُبارَ، فإن أَفُتْهُ
Atau yang setelahnya Dubar. Jika aku melewatinya
فمونِسَ أو عَرُوبة أو شِيَار
Maka Mu’nis, atau ‘Arubah, atau Shiyar
هي الأيام دنيانا عليها
Itulah hari-hari dunia kita
ممرّ الليل ذأبا والنهار
Malam dan siang silih berganti melewatinya
Dalam redaksi lain disebutkan:
أَتَرْجُو أَنْ تَعِيشَ وَإِنَّ يَوْمِي
Apakah engkau berharap bisa terus hidup
مِنَ الأَيَّامِ أَوَّلُ أَوْ أَهْوَانُ
Padahal hariku hanyalah Awal atau Ahwan
وَأَوْ مَا بَعْدَهُ جُبَارٌ يَلِيهِ
Atau setelah itu Jubār yang mengikutinya
فَإِنْ يَفُتْ فَدُبَارٌ فَمُؤْنِسُ
Jika luput maka Dubār lalu Mu’nis
وَإِنْ يَفُتْ فَعَرُوبَةٌ فَشِيَارٌ
Jika terlewat juga maka ‘Arūbah kemudian Shiyār
فَذَاكَ الدَّهْرُ دَوْرٌ مُسْتَدَارُ
Itulah perjalanan zaman yang berputar tanpa henti
Makna Nama-Nama Hari
Makna dari nama-nama tersebut antara lain:
- Al-Ahad disebut Awwal karena dianggap sebagai awal hitungan hari.
- Al-Itsnain disebut Ahwan atau Awhad. Ahwan berasal dari kata hawn yang berarti ringan, sedangkan Awhad berasal dari wahd yang bermakna menurun dari posisi pertama.
- At-Tsulatsa’ disebut Jubar karena hitungan hari menjadi kuat atau lengkap dengannya.
- Al-Arbi’a’ disebut Dubar karena dianggap sebagai akhir hitungan pertama dalam pekan.
- Al-Khamis disebut Mu’nis karena hari tersebut terasa menyenangkan sebab dekat dengan hari Jum’at.
- Al-Jumu’ah disebut ‘Arubah karena menjadi hari berkumpul dan menampakkan pendapat. Ia juga disebut Harbah karena kemuliaan dan keagungannya di antara hari-hari lainnya.
- As-Sabt disebut Shiyar, dari kata yang bermakna menampakkan atau menjelaskan sesuatu.
Kajian tentang lafadz-lafadz yang telah ditinggalkan menunjukkan pentingnya memahami sejarah bahasa Arab. Untuk mendukung pembelajaran yang lebih terarah dan berkelanjutan, Arofta Academy menghadirkan program pembelajaran kelas bahasa arab yang dirancang bagi siapa saja yang ingin memperdalam bahasa Arab secara ilmiah.
Referensi
- Mautu Al-Alfādzh fī Al-'Arabiyyah, Syaikh Abdurazzāk bin Farrāj ash-Shāidiy: 366-368.