Perbedaan SANAH (سنة) & AAM (عام) Dalam Kata Bahasa Arab

Gambar Produk
Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang sangat teliti dalam memilih kata. Bahkan untuk makna “tahun”, Al-Qur’an tidak selalu menggunakan kata yang sama, melainkan memilih antara sanah (سنة) dan ‘aam (عام), masing-masing dengan pesan makna tersendiri dan Arofta Academy akan bahasa secara detail untuk menambah pengetahuan kamu dalam bahasa arab.
Bab Isi Materi:
+

PERSAMAAN SANAH DAN AAM

Sesungguhnya kedua lafadz "sanah" (سنة) dan "'aam" (عام) dalam bahasa arab membawa makna yang sama yaitu tahun.[1]

JUMLAH PENYEBUTAN KATA AAM DAN SANAH DALAM AL-QURAN

Kata "sanah" (سنة) itu bentuk tunggal (mufrad), adapun bentuk pluralnya (jamaknya) "sanawat" (سنوات) dan "sinuuna/siniina" (سنون/سنين). Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan kata "sanah" (سنة) sebanyak 7 kali. Sebagaimana berikut:
1. Allah ta'ala berfirman,
وَلَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰة وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَة وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah 2:96)
2. Allah ta'ala berfirman,
قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيۡهِمۡ ۛ أَرۡبَعِينَ سَنَة ۛ يَتِيهُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ۚ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ
Allah berfirman, "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu". (QS. Al-Mā'idah 5:26)
3. Allah ta'ala berfirman,
وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوۡمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلۡفِ سَنَة مِّمَّا تَعُدُّونَ
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhan-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. Al-Ĥajj 22:47)
4. Allah ta'ala berfirman,
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَاما فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al-`Ankabūt 29:14)
5. Allah ta'ala berfirman,
يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يَعۡرُجُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡمٖ كَانَ مِقۡدَارُهُۥٓ أَلۡفَ سَنَة مِّمَّا تَعُدُّونَ
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. As-Sajdah 32:5)
6. Allah ta'ala berfirman,
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًا ۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡها وَوَضَعَتۡهُ كُرۡها ۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَة قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓ ۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo'a, "Ya Tuhan-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-'Aĥqāf 46:15)
7. Allah ta'ala berfirman,
تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡم كَانَ مِقۡدَارُهُۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَة
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (QS. Al-Ma`ārij 70:4)
Sementara kata "siniina" (سنين) berjumlah 12 kali, sebagaimana berikut:
1. Allah ta'ala berfirman,
وَلَقَدۡ أَخَذۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقۡص مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firaun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-'A`rāf 7:130)
2. Allah ta'ala berfirman,
هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآء وَٱلۡقَمَرَ نُورا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡم يَعۡلَمُونَ
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu, melainkan dengan hak . Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. Yūnus 10:5)
3. Allah ta'ala berfirman,
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٍ مِّنۡهُمَا ٱذۡكُرۡنِي عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ ذِكۡرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِي ٱلسِّجۡنِ بِضۡعَ سِنِينَ
Dan Yūsuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yūsuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yūsuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya. (QS. Yūsuf 12:42)
4. Allah ta'ala berfirman,
قَالَ تَزۡرَعُونَ سَبۡعَ سِنِينَ دَأَبا فَمَا حَصَدتُّمۡ فَذَرُوهُ فِي سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ
Yūsuf berkata, "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. (QS. Yūsuf 12:47)
5. Allah ta'ala berfirman,
وَجَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيۡنِ ۖ فَمَحَوۡنَآ ءَايَةَ ٱلَّيۡلِ وَجَعَلۡنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبۡصِرَةٗ لِّتَبۡتَغُواْ فَضۡلا مِّن رَّبِّكُمۡ وَلِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيۡء فَصَّلۡنَٰهُ تَفۡصِيلا
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari karunia dari Tuhan-mu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (QS. Al-'Isrā 17:12)
6. Allah ta'ala berfirman,
فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدا
Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu , (QS. Al-Kahfi 18:11)
7. Allah ta'ala berfirman,
وَلَبِثُواْ فِي كَهۡفِهِمۡ ثَلَٰثَ مِاْئَة سِنِينَ وَٱزۡدَادُواْ تِسۡعا
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS. Al-Kahfi 18:25)
8. Allah ta'ala berfirman,
إِذۡ تَمۡشِيٓ أُخۡتُكَ فَتَقُولُ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ مَن يَكۡفُلُهُۥ ۖ فَرَجَعۡنَٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَيۡ تَقَرَّ عَيۡنُهَا وَلَا تَحۡزَنَ ۚ وَقَتَلۡتَ نَفۡسا فَنَجَّيۡنَٰكَ مِنَ ٱلۡغَمِّ وَفَتَنَّٰكَ فُتُونا ۚ فَلَبِثۡتَ سِنِينَ فِيٓ أَهۡلِ مَدۡيَنَ ثُمَّ جِئۡتَ عَلَىٰ قَدَر يَٰمُوسَىٰ
(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Firaun), "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia , lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan, dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan, maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan , kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa, (QS. Ţāhā 20:40)
9. Allah ta'ala berfirman,
قَٰلَ كَمۡ لَبِثۡتُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ عَدَدَ سِنِينَ
Allah bertanya, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" (QS. Al-Mu'minūn 23:112)
10. Allah ta'ala berfirman,
قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ
Firaun menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. (QS. Asy-Syu`arā 26:18)
11. Allah ta'ala berfirman,
أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ
Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, (QS. Asy-Syu`arā 26:205)
12. Allah ta'ala berfirman,
فِي بِضۡعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَمِنۢ بَعۡدُ ۚ وَيَوۡمَئِذ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman, (QS. Ar-Rūm 30:4)
Sedangkan kata "'aam" (عام) itu bentuk tunggal (mufrad), adapun bentuk pluralnya (jamaknya) "a'waam" (أعوام). Di dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala menyebutkan kata "'aam" (عام) sebanyak 9 kali.
1 & 2. Allah ta'ala berfirman,
أَوۡ كَٱلَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرۡيَة وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحۡيِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِاْئَةَ عَام ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمۡ لَبِثۡتَ ۖ قَالَ لَبِثۡتُ يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡم ۖ قَالَ بَل لَّبِثۡتَ مِاْئَةَ عَام فَٱنظُرۡ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمۡ يَتَسَنَّهۡ ۖ وَٱنظُرۡ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجۡعَلَكَ ءَايَة لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡعِظَامِ كَيۡفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكۡسُوهَا لَحۡما ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعۡلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡء قَدِير
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab, "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman, "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah 2:259)
3. Allah ta'ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَس فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَا ۚ وَإِنۡ خِفۡتُمۡ عَيۡلَة فَسَوۡفَ يُغۡنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيم
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah 9:28)
4 & 5. Allah ta'ala berfirman,
إِنَّمَا ٱلنَّسِيٓءُ زِيَادَة فِي ٱلۡكُفۡرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُحِلُّونَهُۥ عَاما وَيُحَرِّمُونَهُۥ عَاما لِّيُوَاطِـُٔواْ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّواْ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمۡ سُوٓءُ أَعۡمَٰلِهِمۡ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. At-Taubah 9:37)
6. Allah ta'ala berfirman,
أَوَلَا يَرَوۡنَ أَنَّهُمۡ يُفۡتَنُونَ فِي كُلِّ عَام مَّرَّةً أَوۡ مَرَّتَيۡنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمۡ يَذَّكَّرُونَ
Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? (QS. At-Taubah 9:126)
7. Allah ta'ala berfirman,
ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعۡصِرُونَ
Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur". (QS. Yūsuf 12:49)
8. Allah ta'ala berfirman,
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَاما فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al-`Ankabūt 29:14)
9. Allah ta'ala berfirman,
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqmān 31:14)

PERBEDAAN AAM DAN SANAH

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait makna Sanah dan 'Aam :
1. Kata Sanah (سنة) menunjukkan hitungan waktu dari satu ke hari yang sama berikutnya, meskipun hanya mencakup sebagian musim panas dan sebagian musim dingin, sedangkan kata ‘Aam (عام) harus mencakup satu musim panas dan satu musm dingin secara utuh dan berurutan. Kaidahnya: "Setiap 'Aam adalah Sanah, tetapi tidak setiap Sanah adalah 'Aam. Ini pendapat mayoritas ulama, diantaranya ada Ibnu Al-Jawaliqi, Al-Azhari dll.
2. Dalam al-Qur’an pengunaan kata Sanah (سنة) itu sering digunakan untuk masa-masa kesulitan, paceklik dan kekeringan, sementara kata ‘Aam (عام) itu digunakan untuk masa kelapangan, kesuburan dan kesejahteraan. Ini pendapatnya ar-Raghib al-Ashfahani.
3. Kata Sanah (سنة) lebih panjang dibanding ‘Aam (عام). Juga Sanah itu berkaitan dengan peredaran matahari, sementara 'Aam digunakan untuk hitungan bulan-bulan Arab (qamariyah). Pendapat As-Suhaili.
4. Sebagian ulama menyebut: 'Aam dinamakan demikian karena "berenangnya" matahari pada seluruh burujnya (peredaran matahari setahun penuh).[2]

CONTOH SANAH DAN ‘AAM DALAM AL-QUR’AN

Contoh kata Sanah/Siniin dan 'Aam dalam pengunaan di dalam al-Qur'anul Karim:
وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“Dan sungguh, Kami telah menghukum kaum Fir‘aun dengan masa-masa paceklik dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-A'raf: 130)
Allah mengabarkan bahwa Dia telah menimpakan (azab) kepada keluarga Fir'aun selama masa itu—yaitu ketika Musa sedang menyeru mereka—dengan as-sinīn (tahun-tahun paceklik), yaitu masa kekeringan dan kelaparan.[3]
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
“Kemudian setelah itu akan datang satu tahun yang padanya manusia diberi hujan dan pada tahun itu mereka memeras (anggur dan zaitun).” (QS. Yusuf: 49)
Ini adalah kabar gembira setelah ucapan yang membuat putus asa sehingga telah berakhir masa kesulitan mereka dengan diturunkannya hujan.[4]
Dengan memahami perbedaan antara sanah (سنة) dan ‘aam (عام), kita semakin menyadari ketelitian bahasa Arab, khususnya dalam Al-Qur’an. Jika Anda ingin mempelajari bahasa Arab secara lebih mendalam, terstruktur, dan aplikatif, Arofta Academy membuka kelas bahasa arab yang siap menemani proses belajar Anda.

REFERENSI:

1. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap: 670, 988.
2. Tajul 'Aruush min Jawaahiril Qaamus: 3/155-156.
3. Tafsir Al-Muharrar Al-Wajiiz li Ibni Athiyyah.
4. Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir li Ibni Asyur.

Posting Komentar